Selasa, 3 Maret 2026
BerandaCyber SecurityHacker Crypto Menyerang Korban melalui Telegram

Hacker Crypto Menyerang Korban melalui Telegram

Para pelaku peretasan kripto kini semakin memanfaatkan malware dalam aksi mereka, khususnya melalui platform Telegram. Berdasarkan data terbaru dari Scam Sniffer, perusahaan keamanan Web3, serangan berbasis malware ini meningkat tajam sejak akhir 2024.

“Penipuan malware di Telegram telah melampaui phishing tradisional! Dari November 2024 hingga Januari 2025, penipuan grup Telegram berbahaya meningkat lebih dari 2000 persen!” demikian pernyataan pihak Scam Sniffer di X.

Metode hacking ini menggunakan malware canggih yang disebarkan melalui bot verifikasi palsu di grup Telegram. Grup yang menjadi sasaran meliputi grup trading, airdrop, hingga grup eksklusif lainnya. Teknik ini memungkinkan pelaku tidak hanya menipu korban untuk menghubungkan dompet digital, tetapi juga mencuri data sensitif melalui instalasi software palsu atau kode berbahaya.

Metode Verifikasi Palsu Scam Sniffer 1920x1195 1
Metode Verifikasi Palsu – Scam Sniffer

Scam Sniffer mengidentifikasi beberapa bot verifikasi palsu, seperti OfficiaISafeguardRobot dan SafeguardsAuthenticationBot, sebagai alat utama penyebaran malware ini. Pergeseran strategi ini mencerminkan peningkatan kewaspadaan pengguna terhadap modus penipuan tradisional, sehingga hacker beradaptasi dengan taktik yang lebih canggih untuk mengelabui korban.

Metode Peretasan Kripto yang Makin Canggih

Kekhawatiran terhadap malware di Telegram meningkat setelah ditemukan banyak kasus yang melibatkan akun palsu yang meniru tokoh terkenal di dunia kripto.

Menurut Scam Sniffer, pelaku kini membuat akun palsu di media sosial seperti X, lalu mengundang korban dengan cara yang tampak sah dan menarik.

“Para penipu telah mengembangkan taktik mereka melampaui para influencer kripto. Kini, mereka menargetkan komunitas proyek yang sah dengan undangan yang terlihat tidak berbahaya,” ungkap Scam Sniffer.

Tautan Grup Telegram Palsu yang Dibuat Oleh Scammer Scam Sniffer 1920x1383 1
Tautan Grup Telegram Palsu yang Dibuat Oleh Scammer – Scam Sniffer

Penggunaan tautan palsu yang disebarkan melalui X, dikombinasikan dengan malware terintegrasi, membuat metode ini sangat sulit dilacak. Hal ini memberikan celah lebih besar bagi hacker untuk mengelabui sistem keamanan, sekaligus menyulitkan korban untuk mengukur seberapa besar kerugian yang mereka alami.

Malware Masih Menghantui

Meskipun laporan menunjukkan sedikit penurunan dalam jumlah kasus malware dibandingkan tahun sebelumnya, dampaknya masih sangat signifikan. Kerugian besar yang diakibatkan oleh metode ini tetap menjadi bukti nyata ancaman yang belum mereda.

Kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan, semakin memperburuk situasi. Artificial intelligence kini digunakan untuk mengotomatisasi serangan, meningkatkan skala dan efektivitasnya, terutama di sektor kripto. AI juga memungkinkan pembuatan malware yang jauh lebih sulit dideteksi oleh perangkat lunak keamanan tradisional, menciptakan tantangan baru dalam melindungi data dan sistem.

Ancaman di dunia kripto terus berkembang pesat, seiring dengan kompleksitas metode hacking yang semakin meningkat. Untuk itu, penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati dan memastikan keamanan perangkat serta data pribadi agar tetap terlindungi dari serangan yang kian canggih.

spot_img

UPDATE

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

118000571

118000572

118000573

118000574

118000575

118000576

118000577

118000578

118000579

118000580

118000581

118000582

118000583

118000584

118000585

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

128000636

128000637

128000638

128000639

128000640

128000641

128000642

128000643

128000644

128000645

128000646

128000647

128000648

128000649

128000650

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

208000311

208000312

208000313

208000314

208000315

208000316

208000317

208000318

208000319

208000320

208000321

208000322

208000323

208000324

208000325

news-1701